Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
Kinerja Satgas 115 Raih Apresiasi Presiden
2016-06-29 18:05:56
Kinerja Satgas 115 Raih Apresiasi Presiden June 29, 2016

KKPNews, Jakarta – Belum genap setahun sejak ditetapkan Presiden RI pada 19 Oktober 2015 lalu, kinerja Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (illegal fishing) atau Satgas 115 telah mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Apresiasi tersebut disampaikan presiden dalam arahannya pada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/6).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rasa bangganya dan memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh Satgas 115, baik dalam menangkap kapal-kapal perikanan asing ilegal, dan juga dalam menjaga sumber daya laut menuju visi maritim Indonesia.


Satgas 115 mencatat prestasi sudah menenggelamkan 176 kapal pelaku illegal fishing. ”Angka yang sangat besar sekali karena memang ilegal fishing yang lalu lalang di perairan kita, di laut kita bertahun-tahun tidak pernah dijamah oleh hukum,” ungkap Presiden.


Pencapaian kinerja Satgas 115 ini memang tidak terlepas dari sinergitas yang baik antar kelima lembaga pemerintah yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI AL, Polri, Kejaksaan Agung dan Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dalam bekerja sama memberantas pencurian ikan ilegal di perairan Indonesia.


Presiden menilai ada kekompakan dan kerja sama yang sangat baik, yakni kebersatuan antar aparat, antar lembaga, antar instansi di lapangan yang ditemukan dalam tubuh Satgas 115. Inilah menurut Presiden yang harus terus dijaga dalam mewujudkan kedaulatan laut untuk keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.


“Hal-hal seperti ini sebetulnya lama kita kehilangan. Kita bekerja yang banyak bekerja di sektornya sendiri-sendiri, egosektoral. Tidak pernah ada sebuah kerjasama ynag kompak, yang baik, yang terkonsolidasi, yang terorganisasi sehingga orang melihat kita ‘ngeri’ karena ada kesatuan itu, ada kekompakan itu,” lanjut Presiden.


Atas prestasi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku komandan Satgas 115 bersama jajarannya akan terus berupaya mengoptimalkan kinerja dalam memberantas illegal fishing, salah satunya menyamakan persepsi untuk memperkuat sinergitas dengan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 yang dilaksanakan pada 29 hingga 30 Juni 2016.


Sementara itu dalam laporannya kepada Presiden, Susi meyampaikan, Satgas 115 sejak ditetapkan melalui Perpres nomor 115 tahun 2015 telah melakukan beberapa langkah konkrit. Diantaranya membagi empat wilayah operasi berdasarkan tingkat kerawanan illegal fishing, membangun Puskodal, bekerja sama dengan mitra negara dan organisasi internasional, serta melaksanakan kegiatan pro justisia.


Selain itu, dalam rangka mengembalikan kerugian negara akibat illegal fishing, Satgas 115 telah bekerjasama dengan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Dari kerja sama tersebut, diperkirakan terdapat potensi pajak sebesar Rp 209,1 miliar dari 187 Wajib Pajak/pemilik kapal ikan eks-asing. “Sampai saat ini proses pengembalian keuangan negara melalui kerjasama dengan Ditjen Pajak masih berlangsung”, ungkap Susi.


(MD/DS)