Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
Tutup Rakornas Satgas 115, Menteri Susi Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Laut Indonesia
2016-06-30 17:58:41
Tutup Rakornas Satgas 115, Menteri Susi Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Laut Indonesia June 30, 2016

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Komandan Satgas 115, Susi Pudjiastuti menekankan pentingnya kedaulatan laut Indonesia dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini disampaikannya saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) di Hotel Borobudur, Kamis (30/6).


“Kalau jaga ikan saja tidak bisa, kalau jaga air laut saja tidak bisa, don’t talk about future. Menjaga ikan, laut, dan pasir adalah hal yang mudah. Itu yang harus kita gaungkan,” tegas Susi.


Dalam pidatonya, Susi berharap Rakornas yang dilangsungkan selama dua hari ini dapat menjadikan Satgas 115 semakin kompak dan berpengaruh positif dalam meningkatkan kinerja Satgas 115 ke depannya.


“Kita diapresiasi atas kekompakan kita, saya berharap dua hari ini kita membuka semua persoalan yang menjadikan kita justru lebih kompak. Persoalan-persoalan itu harus kita selesaikan. Dua hari ini kita berdiskusi, melakukan analisa dan proyeksi bersama dalam rangka mengefisienkan dan mengefektifkan kinerja Satgas 115,” ujarnya.


Ia pun menambahkan, apresiasi pemerintah terhadap kinerja Satgas 115 harus lebih memacu semangat Satgas 115 dalam upaya memberantas illegal fishing dan menegakkan kedaulatan laut Indonesia.


“Apresiasi dari Presiden juga meyakinkan kita bahwa pemerintah memang benar ingin menjadikan negara kita sebagai poros maritim dunia. Kita harus mampu independen dan menggunakan sovereignty (kedaulatan) kita untuk membangun negeri kita menjadi sebuah poros maritim dunia,” tegas Susi.


Susi juga mengungkapkan harapan-harapannya bagi keberlangsungan laut Indonesia di masa depan. “Kita harus menjadi central gravity dari maritim bisnis. Kita harus menjadi paling tidak nomor 2 di Asia Tenggara dalam perikanan. Kita harus menuju penghasil devisa terbesar dari laut dan menyejahterakan bangsa,” tutupnya.