Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
Penundaan Pembayaran Klaim JS Proteksi Plan Jiwasraya Capai Rp802 Miliar
2018-10-12 03:13:06
Penundaan Pembayaran Klaim JS Proteksi Plan Jiwasraya Capai Rp802 Miliar

Penundaan Pembayaran Klaim JS Proteksi Plan Jiwasraya Capai Rp802 Miliar

Oktober
12
/ 2018
03:13 WIB
Oleh : Azizah Nur Alfi
Penundaan Pembayaran Klaim JS Proteksi Plan Jiwasraya Capai Rp802 Miliar
Asuransi Jiwasraya. - jiwasraya.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menunda pembayaran klaim JS Proteksi Plan, salah satu produk bancassurance Jiwasraya, karena perusahaan mengalami tekanan likuiditas. Nilai tunai jatuh tempo yang harus dibayarkan hingga 10 Oktober 2018 sebesar Rp802 miliar yang berasal dari 711 polis.


Direktur Kepatuhan Jiwasraya Muhamad Zamkhani menyebutkan nilai yang harus dibayarkan itu tersebar di tujuh mitra bancassurance di antaranya Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Dia menjelaskan penundaan ini akibat kondisi perusahaan yang sedang mengalami tekanan likuiditas karena kondisi pasar turun yang menjadi kendala bagi perusahaan untuk mencairkan aset di pasar modal.


"Yang jelas sekarang kondisi pasar lagi turun semua, sehingga kami punya kendala untuk mencairkan aset di pasar. Perlu waktulah paling tidak, karena kami tidak boleh jual rugi," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (11/10/2018).


Di samping itu, penundaan pembayaran klaim JS Poteksi Plan sebagai buntut dari rasio kecukupan modal (risk-based capital/RBC) pada 2017 sebesar 123,16%. Berdasarkan laporan keuangan Jiwasraya, RBC pada 2017 merupakan yang terendah sejak 2012 sehingga berpengaruh kepada 2018.


"Kalau angka itu sebenarnya dampak saja, karena itu berasal dari operasional dan macam-macam. Itu hanya rasio. Jadi, kalau tahun lalu paling rendah, itu buntut dari operasional 2017. Itu otomatis berpengaruh ke 2018," imbuhnya.


Saat ini perusahaan mengupayakan pendanaan untuk dapat memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis. Namun, Zamkhani belum bisa memerinci upaya pendanaan yang akan ditempuh perseroan. Begitu pula terkait kemungkinan suntikan modal dari pemegang saham untuk meningkatkan RBC, tidak bisa disampaikan.


Dia memastikan perusahaan akan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis. Hanya saja, perusahaan belum dapat memberikan jaminan waktu pembayaran klaim.


"Upaya yang kami lakukan macem-macam. Saya tidak menyampaikan itu, tetapi yang jelas kami mengupayakan untuk bisa memenuhi kewajiban kepada pemegang polis. Itu pasti," imbuhnya.


Dia mengatakan perusahaan memberikan kompensasi kepada nasabah yang ingin memperpanjang masa polisnya dengan rate bunga yang berlaku saat ini yakni 6%. Adapun, bagi nasabah yang tidak ingin memperpanjang masa polisnya, maka akan memperoleh kompensasi berupa bunga harian yakni 5,75% per tahun. Bunga harian ini akan dihitung sejak jatuh tempo sampai dengan  klaim dibayarkan.


"Penawaran [produk] yang ditawarkan kepada nasabah adalah proteksi 5 tahun. Jadi, kami menawarkan untuk di-roll over dengan rate yang berlaku sekarang [6%]. Kalau di-roll over berarti jatuh temponya tahun depan. Kalau ada nasabah yang mau ambil dan kami belum memiliki dananya, kami akan tawarkan kompensasi bunga harian yakni 5,75% per tahun net. Itu dihitung bunga harian sejak jatuh tempo sampai dengan waktu klaim dibayarkan," tambahnya.


Meski terjadi penundaan pembayaran klaim hingga Rp802 miliar, Zamkhani memastikan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis menjadi hal utama bagi perusahaan.


Annual Meetings IMF-World Bank tengah digelar di Bali selama 8-14 Oktober. Sebagai media partner, Bisnis.com akan melaporkan berbagai isu yang dibahas, ikuti perkembangan informasinya di sini.


Tag : jiwasraya, bancassurance
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berikan reaksi Anda!

suka
Suka
0%
senang
Senang
0%
bangga
Bangga
0%
terinspirasi
Terinspirasi
0%
tidak suka
Tidak Suka
0%
sedih
Sedih
0%
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) menyepakati peningkatan kerja sama di bidang fintech dan inovasi jasa keuangan. United Overseas Bank Ltd. Singapura tengah meninjau kembali kerja sama dengan Prudential Plc, mengikuti moncernya bancassurance di Asia Tenggara. Kepentingan nasabah harus menjadi prioritas di tengah kondisi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sedang mengalami tekanan likuiditas. Presiden Joko Widodo memamerkan capaiannya dalam Sustainable Development Goals (SDGs) di pertemuan kepala negara Asean. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. berniat menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp2 triliun. Hal ini untuk memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan agar investor Muamalat… Presiden Republik Indonesia mengungkapkan dalam pertemuan Asean Leaders gathering (ALg) para kepala negara Asean menyampaikan keprihatinannya atas bencana alam yang terjadi… Bisnis.com, JAKARTA ? PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memberikan kelonggaran berupa masa tenggang selama 2 tahun kepada para debitur yang terdampak bencana gempa Palu… Perang dagang antara Amerika Serikat-China menyebabkan kondisi ekonomi global semakin tidak pasti, terutama di wilayah Asia. Namun, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla yang… Pertemuan Asean Leaders gathering (ALg) menyepakati untuk memperkecil disparitas (kesenjangan) pembangunan baik di dalam negeri masing-masing negara, maupun antar negara… Bisnis.com, NUSA DUA ? PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bersama dengan sejumlah bank nasional dan PT Sarana Multi Infrastruktur menyalurkan kredit investasi berskema… PT Bank Central Asia Tbk. terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kendati telah mencapai target lebih awal. Perseroan memberikan promo dan menggelar pameran… Sejumlah eksekutif bank sentral di Asia mengakui besarnya potensi teknologi keuangan untuk meningkatkan pertumbuhan inklusi keuangan. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), Kamis (11/10/2018). Satu agenda krusial yang disetujui dalam rapat itu adalah penerbitan saham… Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno telah meminta kepada Badan Pengawas Keuangan untuk melakukan investigasi audit terhadap asuransi pelat merah PT Asuransi… Bisnis.com, NUSA DUA ? Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno telah meminta kepada Badan Pengawas Keuangan untuk melakukan investigasi audit terhadap PT Asuransi… Bisnis.com, JAKARTA ? PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) bekerja sama dengan perusahaan asuransi PT AIA Finansial memasarkan produk asuransi untuk memproteksi risiko penyakit… Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam pertemuan itu, dibahas mengenai regulasi optimalisasi… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution enggan berkomentar banyak ketika ditanya mengenai kebijakan maju mundur harga bahan bakar minyak Premium. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diduga mengalami tekanan likuiditas yang berdampak pada penundaan pembayaran klaim kepada sejumlah nasabah pemegang polis.