Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
OutSystems 11 Diluncurkan, Investasi Rp5,47 Triliun
2018-10-12 03:30:51
OutSystems 11 Diluncurkan, Investasi Rp5,47 Triliun

OutSystems 11 Diluncurkan, Investasi Rp5,47 Triliun

Oktober
12
/ 2018
03:30 WIB
Oleh : Gloria Fransisca Katharina Lawi
OutSystems 11 Diluncurkan, Investasi Rp5,47 Triliun
CEO OutSystems Paulo Rosado meluncurkan OutSystems 11 di Boston, AS, pada Kamis (11/10/2018). - outsystems.com

Bisnis.com, JAKARTA – OutSystems mengumumkan peluncuran OutSystems 11, solusi low-code pertama yang mampu mengatasi kesulitan terbesar para pemimpin IT saat ini yakni gridlock legacy system dengan nilai investasi US$360 juta atau setara Rp5,47 triliun.


CEO dan Founder OutSystems, Paulo Rosado, mengatakan OutSystems 11 menawarkan beragam fitur baru untuk membantu suatu organisasi melakukan modernisasi legacy system dan penggantian portofolio aplikasi yang berjumlah besar. Ia terbangun dari platform low-code nomor satu untuk aplikasi web dan mobile.

“Legacy gridlock adalah masalah besar, karena 70% dari anggaran IT dihabiskan untuk memelihara portofolio aplikasi legacy dalam skala besar, sistem yang berumur dan rentan, serta sistem ERP dan CRM yang memerlukan terlalu banyak penyesuaian," ungkapnya melalui siaran pers pada Kamis (11/10/2018).


Dia menambahkan bahwa technical debt yang luar biasa ini menghalangi inovasi bisnis dan membuka peluang disrupsi bagi para pesaing yang lebih tangkas.


Peluncuran platform baru ini menerima pendanaan sebesar US$360 juta dari KKR & Co dan Goldman Sachs. Pascaronde pendanaan ini, OutSystems ditaksir bernilai lebih dari US$1 miliar.


Salah satu solusi tradisional untuk menangani legacy debt dan gridlock adalah dengan cara melakukan perombakan menyeluruh pada aplikasi bawaan (packaged applications) atau melaksanakan proyek pengembangan yang panjang yang akan menambah kompleksitas pada codebase.


Kedua solusi tersebut adalah solusi yang lambat, mahal, dan berisiko tinggi. Solusi itu memaksa para pemimpin IT untuk membuat kompromi antara kendali, kecepatan, dan kesederhanaan sistem. OutSystems 11 hadir mengenyahkan masalah-masalah ini menggunakan enam kapabilitas yang tidak pernah ada di platform low-code lainnya.


Arsitektur microservices yang modern dan impact analysis menawarkan build yang tangguh, bahkan dengan portofolio aplikasi yang berjumlah besar. OutSystems 11 dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memvalidasi dan memperbaiki masalah pada serangkaian aplikasi yang kompleks dan sistem yang besar.


OutSystem 11 dilengkapi analisis dampak mendalam terhadap sistem sebelum rilis memberikan peringatan dini agar build tidak rusak. Hasilnya, tim menjadi lebih tangkas sehingga dapat membuat serta mengubah aplikasi dan layanan dengan aman, cepat, dan berskala besar.


Pemantau yang out-of-the-box, memberikan visibilitas real-time terhadap portofolio aplikasi dan layanan yang saling berhubungan. Kondisi ini juga memeriksa kesehatan seluruh portofolio aplikasi, identifikasi area yang berpotensi bermasalah sebelum mengganggu kesehatan pada bagian lain dari sistem, termasuk pada SaaS dan external legacy systems.


Pemantauan yang tersemat, analytics yang canggih, dan dasbor yang tersedia dapat menunjukkan mengapa dan di mana suatu aplikasi atau service tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Sistem ini dilengkapi fitur tim penyediaan berkesinambungan untuk mengelola banyak pengembang yang bekerja dalam platform yang sama.


"Kendalikan siapa yang dapat membuat dan mengatur layanan, dan siapa yang dapat menggunakannya, dengan model penetapan menyeluruh yang mengatur setiap aplikasi dan layanan," kata Rosado.


Dia menjelaskan bahwa organisasi tersebut dapat menyesuaikan diri dengan jalur penyediaan untuk setiap bidang usaha yang bekerja secara paralel.


Framework UI baru menawarkan pengalaman pengguna (UX) yang menarik tanpa memerlukan tenaga desain khusus. Kini tim pengembang dapat menyediakan aplikasi dengan antarmuka pengguna yang konsisten dan modern dengan mudah.


Framework UI yang baru memudahkan penyediaan pengalaman pengguna dalam skala besar untuk berbagai jalur penyediaan seraya menjaga konsistensi merek dan UX.


Pengembang dapat mengakses templat dan pola tampilan berdasarkan analisis langsung terhadap aplikasi pengguna menggunakan penyunting visual OutSystems, yang kemudian dapat diubah, disebar, dan digunakan kembali saat diperlukan.


Fitur keamanan canggih melindungi portofolio aplikasi secara menyeluruh, dari pengembangan hingga penyebaran dan memperluas keamanan sistem dan aplikasi melintasi batas-batas tradisional IT dengan platform yang dirancang agar selalu aman.


Proses perlindungan manual yang didukung oleh penilaian risiko otomatis, kendali akses yang granular, dan pemantauan aktivitas mampu menawarkan visibilitas yang diperlukan dan uji tuntas yang diwajibkan untuk platform pengembangan multi-experience.


OutSystems 11 memberikan alternatif bagi organisasi untuk menghadapi aplikasi legacy dengan cara yang akan meningkatkan ketangkasan (agility) seiring berjalannya waktu dan menghapus legacy debt dari sistem.


OutSystems 11 juga menyederhanakan transisi ke model operasional yang sepenuhnya baru, di mana serangkaian layanan mendukung jalur penyediaan mandiri serta mendukung fungsi inti bisnis, selaras dengan kebutuhan bisnis tersebut.


“Misi kami adalah untuk mengubah cara sebuah perusahaan mengembangkan seluruh aplikasinya,” tutur Rosado.


Vice President Asia Pacific di OutSystems Mark Weaser menyebut peluncuran OutSystems 11 di Asia Pasifik menjawab peningkatan permintaan atas platform pengembangan low-code di kawasan tersebut.


Berdasarkan State of Application Development 2018 yang diterbitkan oleh OutSystems, 34% organisasi di Asia Pasifik sudah menggunakan platform low-code, sedangkan 9% baru akan memulai proses implementasinya.


“Penyediaan pengalaman pengguna secara instan harus berada di pusat perjalanan transformasi digital setiap organisasi," kata Weaser.


Dia menambahkan saat menghadapi legacy gridlock, semakin banyak organisasi di Asia Pasifik yang menyadari potensi platform pengembangan low-code untuk meningkatkan ketangkasan dan mempercepat pengembangan aplikasi. Dengan komitmen untuk menguatkan kapabilitas pengembangan perangkat lunak organisasi, OutSystems memimpin revolusi low-code agar setiap organisasi dapat menjadi cepat tanggap dan mampu menyediakan aplikasi secara tepat waktu.


Dia menambahkan bahwa peluncuran OutSystems 10 pada 2016 menyebabkan disrupsi yang sangat kentara di dalam pasar pengembangan aplikasi mobile, hingga Gartner kemudian menobatkan OutSystem sebagai pemimpin pasar.


"Sekarang untuk pertama kalinya telah hadir teknologi low-code yang dapat menciptakan perubahan dalam perhitungan pengembangan sistem inti utama dan aplikasi serta layanan pendukungnya, maka perusahaan tidak perlu membeli dan melakukan penyesuaian tanpa akhir pada perangkat lunak komersial agar dapat berjalan dengan baik dalam sistem," ujarnya.


Annual Meetings IMF-World Bank tengah digelar di Bali selama 8-14 Oktober. Sebagai media partner, Bisnis.com akan melaporkan berbagai isu yang dibahas, ikuti perkembangan informasinya di sini.


Tag : software
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berikan reaksi Anda!

suka
Suka
0%
senang
Senang
0%
bangga
Bangga
0%
terinspirasi
Terinspirasi
0%
tidak suka
Tidak Suka
0%
sedih
Sedih
0%
Integrasi data dinilai sebagai hal paling krusial yang harus dipersiapkan industri dalam menyongsong era industri 4.0. Data yang terintegrasi dapat meningkatkan kinerja industri,… PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mengakhiri angkutan gratis bagi pengiriman bantuan ke Palu dan Donggala, seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat gempa dan… PT Pertamina menyatakan pelonjakan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja keuangan. DPP Indonesian National Shipowner?s Association (INSA) mengeluhkan pengenaan tarif jasa barang berupa jasa bongkar muat dan penumpukan (storage) di pelabuhan yang tidak sesuai… Indonesia dan Singapura perkuat kerja sama melalui penandatanganan MoU Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Enterprise Singapore. Rencana kenaikan bahan bakar minyak oleh pemerintah akan berdampak pada pelemahan konsumsi di tengah masyarakat. Industri makanan dan minuman meminta pemerintah menyiapkan alternatif pengangkutan logistik sehingga dunia usaha tidak perlu menaikan harga jual akibat melonjaknya biaya… Kementerian Perindustrian (Kemenperin) jalin kerja sama strategis dengan Enterprise Singapore dalam Pertemuan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) di Nusa… Budaya improvement dalam industri menjadi poin utama yang dinilai dalam kompetisi bidang improvement Opexcon 2018. PT Rayon Utama Makmur mengklaim proses pengendalian limbah udara telah berhasil dengan signifikan. Dengan capaian ini perusahaan optimis dapat segera beroperasi. PT Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dengan PT LEN Industri (Persero) terkait dengan pengoperasian serta pemeliharaan Automated People Mover System atau yang lebih dikenal… Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan dua teknologi perikanan yakni Wakatobi AIS dan Aplikasi Laut Nusantara. Pembenahan business proses pelelangan ikan menjadi satu dari tiga fokusKementerian di tengah melimpahnya panen ikan. Indonesia Operational Excellence Conference and Award (Opexcon) 2018, acara tahunan yang menjadi platform bertemunya para pelaku bisnis lintas sektor kembali digelar pada… Palang Merah Indonesia (PMI) menerima donasi untuk bantuan korban bencana Sulawesi Tengah dengan nilai lebih dari Rp21 miliar. Genting Cruise Lines, salah satu divisi Genting Hong Kong yang mengoperasikan kapal pesiar, berkomitmen menambah kunjungan kapal untuk membantu pengembangan industri pariwisata… PT Pos Indonesia (Persero) tengah menggenjot bisnis digital seiring transformasi bisnis yang dilakukan sesuai dengan visi misi perusahaan guna masuk ke dalam bisnis tersebut. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkongsi dengan tiga mitra untuk menggarap sektor pariwisata di Bali… Musim kemarau berkepanjangan pada tahun ini sudah mengakibatkan kekeringan di beberapa wilayah sehingga kondisi ini mengganggu produktivitas hasil tanaman pangan, khususnya…