Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
Ketidakmerataan Budaya Digital Bikin Bank Maju Kena Mundur Kena
2018-05-17 02:51:25
Ketidakmerataan Budaya Digital Bikin Bank Maju Kena Mundur Kena

Ketidakmerataan Budaya Digital Bikin Bank Maju Kena Mundur Kena

Mei
17
/ 2018
02:51 WIB
Oleh : Dini Hariyanti
Ilustrasi - Bisnis.com/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Lain ladang, lain belalang. Pernah dengar pepatah ini? Sederhananya, pepatah ini dapat dimaknai bahwa setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda.


Mari kita tarik pemahaman tersebut ke dalam industri perbankan. Dapat dipahami, meskipun sama-sama sedang menghadapi era digital tetapi strategi bisnis yang ditempuh entitas bank di Indonesia bisa jadi berbeda dengan bank di negara lain, termasuk soal perkembangan populasi kantor cabang.

Indonesia adalah negara yang terdiri dari gugusan pulau sehingga berbeda tantangan yang dihadapinya, semisal dibandingkan dengan Australia. Kondisi ini memengaruhi kemerataan perkembangan ekonomi antarwilayah.


Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual menuturkan bahwa pada dasarnya industri perbankan domestik berjalan ke arah yang sama seperti banking industry di negara lain, yakni menuju digital banking experience.


“Tapi kalau di Indonesia [dibandingkan kemajuan digital banking di AS misalnya] ada time lack. Karena di Indonesia masih banyak daerah [gaya hidup digitalnya belum semasif kota besar], jadi masih butuh kantor cabang konvensional,” ucapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (16/5/2018).


Bagi wilayah yang terbilang remote, entitas bank seolah maju kena tetapi mundur juga kena. Membangun infrastruktur kantor cabang fisik biaya investasinya bisa dua kali lebih mahal. Tapi, hendak diakali dengan mendirikan kantor digitalpun terkendala dengan penetrasi internet serta infrastruktur telekomunikasi yang relatif terbatas.


David berpendapat apabila daerah remote terutama yang tersebar di luar Pulau Jawa dapat dijangkau infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni dapat mempermudah bank untuk menyempurkan layanannya. “Bisa jadi celah untuk lebih banyak membangun digital branch,” katanya.


Berkaca dari penetrasi budaya digital di Tanah Air, menurut David, bisa diteropong bahwa hingga sekitar 10 tahun mendatang agaknya masyarakat tetap butuh kantor cabang konvensional walaupun secara kuantitas perlahan terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun lampau.


Yang terjadi sekarang adalah transisi dari kantor cabang konvensional menjadi hibrida (kalau belum dapat disebut sebagai digital branch murni). Sejumlah bank mulai mendirikan lebih banyak gerai digital atau setidaknya digital kiosk.


Pada tahun lalu, PT Bank Commonwealth meresmikan digital branch mereka. Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati mengatakan, beberapa keunikan gerai digital ini semisal end-to-end account opening dalam 10 menit, self service berbasis perbankan digital, dan transaksi paperless.


Digital branch tersebut diluncurkan mengikuti pergeseran gaya hidup, nasabah semakin menuntut layanan digital yang tidak memakan waktu. "Kunjungan ke cabang sering kali dinilai sebagai hal yang memakan waktu dan nasabah kerap harus antre panjang," tuturnya.


Oleh karena itu, Bank Commonwealth merilis teknologi terbaru dalam layanannya melalui kehadiran digital branch. Hal ini juga menjadi tempat memperkenalkan layanan digital yang akan membantu nasabah untuk bisa menggunakan fungsi perbankan digital tanpa harus datang ke cabang.


Transformasi layanan tersebut bertujuan mendukung nasabah Bank Commonwealth dalam memenuhi kebutuhan finansialnya lebih baik melalui perbankan digital yang bisa diakses melalui ponsel. Totalnya ada tiga digital branch milik perseroan tersebar di Jakarta.


"Digital branch juga mengutamakan kenyamanan dari aspek lokasi dan desain tata ruang. Cabang digital ini dirancang dengan konsep terbuka, seamless, dan modern," ujar Direktur Retail Banking Bank Commonwealth Rustini Dewi.

Tag : Digital Banking
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bank BTN dan Sucofindo bekerja sama dalam pemanfaatan dan pengelolaan jasa layanan perbankan untuk mendukung bisnis kedua belah pihak. Himbara mengharapkan pemerintah segera menumpas para teroris dengan tegas dan tidak perlu ragu-ragu supaya dapat memberikan kepastian kondisi ekonomi dan keamanan. BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap Bank Indonesia. Bisnis.com, JAKARTAPada 2016, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengeluarkan arahan tertulis kepada para bank umum agar mengembangkan proses digitalisasi tidak hanya dengan… Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan bahwa peraturan pemerintah tentang online single submission (OSS) akan segera diterbitkan. Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk. berencana menerbitkan obligasi subordinasi pada tahun ini untuk memenuhi ketentuan permodalan sebagai bank sistemik.… PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menggandeng PT Graha Loka Pangestu dan ILUNI UI dalam pemasaran female apartement yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa… Bisnis.com, JAKARTA Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Maret 2018 yang berada di bawah pertumbuhan kredit dipicu oleh sejumlah faktor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis peluncuran online single submission akan berlangsung sebelum 20 Mei mendatang. Pemerintah sedang merumuskan sanksi bagi pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang belum membentuk satuan tugas online single submission. Bisnis.com, JAKARTA Bank mengurangi porsi dana mahal guna mengurangi beban biaya dana. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan per kuartal… Bisnis.com, JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan seiring rencana berlakunya online single submission atau OSS pada 21 Mei 2018, pemerintah… Pemerintah merumuskan sanksi bagi pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang belum membentuk satuan tugas online single submission (Satgas OSS). Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah memastikan peluncuran Online Single Submission (OSS) masih akan sesuai dengan jadwal pada 21 Mei 2018, setelah sebelumnya sempat ditunda lantaran… Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mendorong seluruh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dapat menerapkan e-performance based budgeting,… Bisnis.com, JAKARTA - Tren defisit neraca perdagangan menjadi peringatan dini bagi pemerintah di tengah volatilitas nilai tukar rupiah. Dengan kondisi tersebut pemerintah… PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperkuat sinergi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memberikan kemudahan fasilitas… Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah mengevaluasi peran penerimaan negara dari sektor cukai. Evaluasi itu dilakukan terhadap tiga jenis barang kena cukai (BKC) di tengah…