Logo
Portal Desa Broadband Terpadu
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Berita Dari Desa Broadband.


Berita Detail
Grab Gandeng Credit Saison Layani Pembiayaan dan Pinjaman Keuangan
2018-03-14 02:21:02
Grab Gandeng Credit Saison Layani Pembiayaan dan Pinjaman Keuangan

Grab Gandeng Credit Saison Layani Pembiayaan dan Pinjaman Keuangan

Maret
14
/ 2018
02:21 WIB
Oleh : Puput Ady Sukarno
Logo angkutan online Grab - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, SINGAPURA - Grab, sebuah perusahaan teknologi penyedia layanan transportasi online mengumumkan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan kartu kredit asal Jepang, Credit Saison Co.Ltd. untuk memberikan jasa pembiayaan dan layanan pinjaman di wilayah Asia Tenggara.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Managing Director Grab Financial, Jason Thompson disela acara Money 20/20 Asia di Marina Bay Sands Convention Avenue, Singapura, Selasa (13/3).

BACA JUGA :

  • Moratorium Taksi Online, Menhub Cerita Keluhan Sopir
  • Tingginya Pengiriman Barang Desak Kebutuhan Megahub
  • Batik Air Keluar Landasan di Manokwari

Menurutnya hasil dari kerjasama yang dilakukan antar kedua perusahaan tersebut melahirkan perusahaan joint venture yang bernama Grab Financial. Layanan terbaru itu akan menawarkan produk pembiayaan mikro.


Layanan terbaru itu akan memanfaatkan jaringan Grab dari jutaan konsumen dan pelaku usaha kecil di kawasan Asia Tenggara. Meskipun secara khusus mereka akan fokus pada masyarakat yang selama ini belum terlayani perbankan tradisional.


Dengan keahlian Credit Saison dalam menganalisis kredit dan pinjaman pada konsumennya, Grab Financial akan meemanfaatkan sekitar 2,6 juta mitra pengemudinya saat ini, serta jutaan konsumen dan pelaku usaha mikro kecil menengah yang ada di Aisa Tenggara.


Perusahaan patungan ini juga akan memberikan layanan pemberian kredit yang bisa digunakan oleh lembaga keuangan untuk menciptakan produk alternatif seperti kartu kredit virtual.


Grab juga akan mengkonsolidasikan semua layanan keuangannya itu dalam satu platform, di mana nantinya akan berkisar pada layanan pembayaran hingga layanan penghargaan dan loyalitas.


"Ini adalah pemberitahuan perdana kami,” kata Jason Thompson yang juga Direktur Grab Financial Services Asia itu. Pihaknya berharap layanan terbaru dari Grab tersebut dapat hadir di setiap negara di Asia Tenggara pada tahun ini juga.


Layanan yang akan hadir dalam bentuk kredit modal kerja, akan tersedia terlebih dahulu untuk driver sebelum di luncurkan kepada pelaku usaha maupun konsumennya. Sementara itu pada kesempatan yang sama, Co-founder and Chief Executive Officer Grab Anthony Tan mengakui bahwa saat ini banyak pihak yang masih belum terjamah layanan keuangan di Asia Tenggara. Oleh karena itu, Grab melihat adanya peluang pembiayaan mikro tersebut.


Sementara itu, selain dengan Credit Saison, Grab juga mengumumkan telah bermitra dengan Chubb Ltd, sebuah perusahaan asuransi global untuk menawarkan pertanggungan asuransi kepada 2,6 juta pengemudi Grab.


Produk asuransi itu meliputi asuransi mobil, kehilangan perlindungan pendapatan dan kecelakaan pribadi serta rencana keluarga. Adapun, Grab kini beroperasi di delapan negara di Asia Tenggara.


Grab mengklaim aplikasinya kini telah diunduh di lebih dari 86 juta perangkat seluler. Selama ini, selain transportasi, Grab juga menawarkan layanan makanan dan pengiriman.

Tag : jasa angkutan online
Editor : Nancy Junita
Mastercard mengajak sejumlah jurnalis dari beberapa penjuru dunia di kawasan Asia Pasifik untuk dapat berkesempatan menghadiri perhelatan Money 20/20 Asia yang digelar di… Sejumlah perusahaan raksasa pada industri finansial teknologi (fintech) dan perusahaan keuangan serta pembayaran berkumpul dalam gelaran Money 20/20 Asia di Marina Bay Sands… Angka investor pasal modal di Indonesia itu dinilai masih sangat kecil. Padahal, jumlah penduduk usia muda alias penduduk usia produktif di Indonesia sangat besar, dan akan… Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2018 akan menjadi penentu atas segala kebijakan ekonomi yang akan dilakukan pemerintah. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuding kebijakan holding migas perusahaan BUMN terlalu terburu-buru, sehingga mengabaikan berbagai aspek yang akan membuat pencaplokan PT… Kebijakan pro investasi yang tidak setengah-tengah diyakini mampu mengenjot jumlah penanaman modal di Indonesia. Bank Indonesia mengumumkan 8 perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang telah mendaftar untuk memperoleh izin penyelenggaraan. Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menahan ekspansi bisnis tahun ini dan fokus membenahi internal perseroan. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu perusahaan yang diganjar apresiasi dan penghargaan Wajib Pajak Besar dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP)… PT Asuransi Sinar Mas turut melakukan penandatanganan Pola Kemitraan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) antara Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, serta Bupati… Pemegang saham PT Bank Agris Tbk. dikabarkan menyetujui rencana akuisisi saham sebesar 87,3% oleh Industrial Bank of Korea (IBK). PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank Danamon) menghadirkan layanan dompet digital yang disebut dengan D-Wallet. Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meminta bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memenuhi target penyaluran tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum juga menelurkan aturan teknis produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked. Padahal, regulasi induknya, yakni… Bisnis.com, JAKARTA -- Partai Golkar mendukung pemerintah dalam penyelesaian revisi Undang-Undang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing) berencana meningkatkan porsi pembiayaan di segmen alat kesehatan guna mencapai target pembiayaan baru yang disalurkan sebesar Rp1,5… Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa paket insentif investasi yang tengah dirancang pemerintah akan segera diselesaikan paling lama… PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kembali menerima apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Keuangan RI berupa Penghargaan Wajib Pajak Besar. Bisnis.com, JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut ada tiga faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni investasi,…